dearthere
May 6th, 2008 by bintankindriedan ternyata, aku enggan berkata ‘tidak’ untuk menjawab tanya, "masihkah dia?"
dan ternyata, aku enggan berkata ‘tidak’ untuk menjawab tanya, "masihkah dia?"
Setelah meluncurkan ceritaperjalanan , kini hadir blog berikutnya yang tak kalah menggetarkan dan mengguncang bahu anda…yeahhh!! Terimalah bintangbiru dengan setulus hati, secerah jiwa, dan sesuka-suka saya!!:) Hadirilah! Hadirilah! Gak pake sepuluh ribu tiga atau beli dua gratis satu, ini murni persembahan dari hati…ehem!kaya judul lagu :p
Aku tak pernah mengerti, mengapa laki-laki bisa mencintai lebih dari satu wanita. Aku tak pernah habis pikir, mengapa mereka bisa berkata sayang hari ini, mencium wanitanya, memeluk kekasihnya…sementara lusa melakukan hal yang sama ke wanita lainnya. How come, guys?!
Tidak pernahkah terlintas dibenak kalian, andai suatu hari nanti, anak perempuan kalian diperlakukan seperti itu, akan seperti apa marahnya kalian? Atau jika suatu waktu istri kalian melakukan hal seperti itu dengan laki-laki lain, akan seperti apakah hancurnya hati kalian? Didn’t you thinkin’ it guys?!
Benar, wanitamu pasti selalu memiliki stok maaf yang cukup, tapi layakkah ia diperlakukan seperti itu? Tidak ingatkah saat dimana ia menemani masa-masa terpuruk dan terburuk kalian? Mengobarkan semangat kalian untuk maju dan sukses dengan segenap pengertian dan perhatian? Menerima apapun keadaan kalian? Merajut impian bersama kalian? Setega itukah kalian tinggalkan atas nama kebosanan, setitik ketidakcocokan atau bahkan cinta yang lain?
Kalaupun semua itu musti terjadi, musti diakhiri, tidakkah ada cara pantas yang bisa mengurangi sakitnya hati??? Aku tak pernah bisa pahami ini.
Cara dan proses itu penting!
Bagaimana bentuk suatu perlakuan itu penting!
Bayangkan kamu ada dalam sebuah antrian makan. Ada dua perlakuan yang bisa terjadi : pertama, sebuah piring akan kamu terima dari tangan si pelayan, plus ucapan selamat makan dan senyum cerah, ke tanganmu yang terjulur setelah sekian lama antri. Kedua, sebuah piring bisa dengan cepat sampai ke tanganmu, meski untuk sampai di ujung antrian masih jauh, tapi dengan cara dilemparkan ke mukamu oleh si pelayan, tanpa greeting, tanpa senyum! Dua-duanya memiliki akhir : kamu dapat piring. Mana yang kamu pilih? Kalau kamu manusia normal yang punya perasaan, pasti menginginkan cara yang pertama, yang meskipun lama, penuh perjuangan, tapi melegakan kedua belah pihak (kamu dan pelayan itu). Sementara cara kedua, berpotensi konflik, memunculkan dendam, sakit hati dan terhinanya harga diri. (Masih mau mempertanyakan pentingnya sebuah proses???)
Bukankah ketika kita tau bahwa hidup ini memiliki akhir yang bisa baik, bisa pula buruk, kita lantas berjuang sedemikian rupa dalam hidup untuk mendapat akhir yang kita inginkan? Apa yang digunakan Tuhan untuk menentukan ‘akhir’ yang baik atau yang buruk untuk kita? Proses bagaimana kita menjalani hidup, kan?! CARA hidup kita, PROSES kita menjalaninya. Bukan karena kita lahir dari rahim siapa atau kita mati dimana, tapi BAGAIMANA kita selama hidup, kan? BAGAIMANA=PROSES. (Masih mau menghilangkan pentingnya ‘waktu’ untuk mengakhiri semuanya dengan baik?)
Seorang bayi lazimnya lahir saat kandungan telah berusian 9 bulan sepuluh hari. Saat ia terlahir diusia kandungan kurang dari itu, let say…enam bulan, apa yang mungkin terjadi? Bayi itu terlahir selamat tapi tak sempurna atau mungkin tak pernah bertahan hidup sama sekali. Enam bulan adalah waktu, sembilan bulan juga waktu. Keduanya sama, tapi memberikan hasil yang berbeda.
Aku mengagumi rasionalitas laki-laki dan aku sangat takjub dengan sensitivitas perasaan perempuan. Kalian (baca : laki-laki) jangan pernah menyangka bisa ‘sukses’ berbohong pada perempuan, karena kami sangat tau itu. Kalaupun kami membiarkan itu terjadi, semata untuk kebaikan bersama dan melindungi hati sendiri dari luka yang berpotensi semakin dalam. Daaann, seburuk apapun kelakuan kalian, hanya satu hal yang membuat kaum perempuan sangat-sangat dan sangat sakit hati, yaitu ketika laki-lakinya memiliki cinta yang lain. Just one, tapi itu yang paling bisa ‘merubah’ seorang perempuan!!
‘To be honest is a must, except one thing : when you’re sleeping with another girl… please, lying about it’ (note : karena cewek bakal nemuin cara yg tepat utk mengetahuinya sementara ia mempersiapkan diri untuk hal itu…)
Tuhan dan Cinta. Dua teka-teki besar yang selamanya menemani hidup manusia. Cerita tak berujung yang akan selalu memberikan warna pada dunia. Kekuatan dahsyat yang bisa mengubah peradaban. Proses ‘pengenalan’ yang terus berjalan…dan obrolan yang tak pernah bisa dituntaskan.
Last, I never understand, why ‘God and love’ make us apart….
Semua kata-kata busuk didedikasikan untukmu
Atas kesakitan yang direncana dan terucapkan
Asu, bajingan untuk pernyataanmu!
Setan jelek untuk tingkah polahmu!
Semoga engkau mati secepatnya,
Saat dosa masih menumpuk dan maaf tak pernah terucap dari batin yang dianiaya.
Puas?!
Tenang itu tak akan datang di hatimu,
Damai tak kan mewujud dihidupmu,
Cinta tak pernah tulus untukmu.
Yakinlah, engkau hanya seorang pelacur busuk yang sedang beruntung saja!
Tunggulah karma dengan ketakutan yang sangat
Saat jawaban atas doa-doa air mata yang memburai tertuju untukmu.
Menangislah saat itu untuk semua nafsu yang kau jejalkan lewat tubuh hitammu!
Tawa culasmu tak akan berumur lama,
Sesingkat usiamu saja.
Maka nikmatilah, wahai perempuan setan tua, barisan doa buruk ini untukmu.
Semua yang kau renggut dengan keji akan berakhir dalam kesendirian yang menakutkan!
***
Perempuan adalah makhluk Tuhan dari golongan manusia. dengan sifat lemah lembut penuh perasaan, sekaligus keras laksana karang karena darinya akan lahir manusia-manusia baru yang mewarnai dunia.
Setan adalah makhluk Tuhan dari golongan iblis yang membangkang.
Punya sifat jahat, utamanya menggoda, mengajak pada hal-hal buruk, khianat dan tak berperasaan.
Perempuan Setan adalah…..
***
Tumpahkan saja semua yang kau rasa
Muntahkan segalanya karena kau juga manusia
Resapi yang terjadi, dan kau berhak menyimpannya sebagian atau membuangnya kemudian
Apakah karena selalu kuat dan tegar maka seseorang berhak untuk disakiti?
Apakah karena kejujuran ini maka aku menjadi jahat sekali?
***
Negara ini, ternyata cuma punya tiga Jenderal Besar. Bandingkan dengan luasnya wilayah yang dimiliki, ribuan pulau yang tersebar, ratusan juta penduduk dan limpahan kekayaan alam yang ada…terasa kontras ya?!
Soedirman, A.H Nasution dan Soeharto. Ketiganya juga sudah meninggal. Lalu, siapa yang jadi Jenderal Besar lagi???
***
Katanya, waktu Bung Karno dulu sakit, beliau tidak mendapatkan perlakuan yang layak apalagi istimewa dari pemerintah yang berkuasa saat itu (Soeharto pastinyaaa…). Jangankan diobati dengan peralatan kedokteran yang canggih, Dokter yang menanganinya pun seorang Dokter hewan! Konon katanya, pemerintah saat itu tidak mau menerima tawaran bantuan dari pemerintah asing yang ingin mengobati mantan presiden Indonesia pertama itu.
Waktu Pak Harto sakit kemarin, dari media kita tahu, bahwa penanganan medis yang diberikan sangat baik. Ada tim dokter ahli, ada peralatan-peralatan canggih, ada apresiasi media yang tinggi dan ada tawaran biaya dari pemerintah, tapi ditolak oleh Cendana family. Saat Soeharto meninggal pun, perlakuan pemerintah dan bangsa ini terhadap beliau sangat – sangat baik. Penghormatan yang luar biasa! Mungkin, kalau ada yang bisa ‘bicara’ sama Pak Harto di alam kubur, beliau pasti menitikkan air mata bangga, karena pepatah ‘manusia mati meninggalkan nama’ bisa dibuktikannya.hehehe…piss pak!
Kalau lihat di tivi kemaren2 itu, banyak masyarakat yang bilang ; sudah memaafkan Soeharto. Aku salut, je! Ternyata bangsa ini potensial untuk jadi bangsa pemaaf. Itu sifat baik loh! Jangan dikira ngasih maaf itu mudah J
Aku juga mau ngalem pemerintahan pasca Soeharto (berarti gk Cuma SBY loh!), karena ternyata telah mampu membuat masyarakatnya seperti ini : bisa memaafkan, menghargai jasa pimpinan dan tetap berani menyuarakan isi hati…(karena tadi pagi aja aku denger udah ada demo di depan Istana Negara yang menuntut kasus Soeharto diusut tuntas).
Itu artinya, gak ada yang perlu disesali dengan apa yang sudah terjadi! Gak perlu berangan-angan lagi bilang pemerintahan zaman Soeharto lebih baik dari ini! Gak penting lagi berkhayal harga-harga tetap murah sementara hutang luar negeri terus menumpuk! Hasilnya gak jelek2 amat ko : rakyat Indonesia jadi berjiwa besar, dewasa dan mandiri. Rak apik to? J
Jadi bertanya-tanya, kira2 apa doktrin yang ditanamkan pemerintahan Soeharto ke rakyat bangsa ini saat itu, sehingga ketika mantan presiden mereka sakit, tidak diperlakukan dengan layak, industri media tidak pesat dan kreativitas untuk survive tidak tinggi??? Kira-kira, bakal muncul banyak blog dengan ragam tema seperti sekarang ini gak ya?
Maklum, waktu Soeharto berkuasa, aku masih kecil. Saat Soeharto tidak berkuasa, aku juga tetep kecil hehe…. J
***
Ada pelajaran berharga buat para pimpinan bangsa, atas peristiwa wafatnya Pak Harto. (Ini kalau mau belajar loh, ya. )
Kira-kira, kalau memang kita ini mengaku makhluk ciptaannya Tuhan yang nanti setiap detil perbuatan harus dipertanggungjawabkan, takut gak kalau tiba-tiba meninggal tapi masih memiliki ‘hutang’ pada orang lain? Hutang disini bukan saja materi loh ya, tapi bias janji, bias permasalahan, sengketa, dll. Bakal tenang gak ya, meninggalnya? Apakah dielu-elukan sepanjang jalan ke pemakaman bisa menenangkan hati yang mati?
Tapi, jangan takut juga kalau selama menjadi pemimpin, yakin sudah berlaku baik, benar dan adil. Karena gak ada perbuatan sekecil dzarah pun yang tidak mendapat balasan dari Allah. So, mau dihujat atau dipuji oleh yang masih dibumi, tenang saja….melenggang saja dengan mantap hati…toh ada pengadilan Illahi yang lebih tinggi! J
Selamat jalan Jenderal Besar Soeharto!
“Segala yang berasal dari Allah akan kembali ke Allah”
Berprasangka, ternyata banyak buruknya. Apalagi kalau di-prasangka-i buruk alias dicurigai. Maksud baik bisa dinilai buruk, maksudnya cuma curhat dikira ‘ngancam’. Yeah…namanya juga manusia. Sabar…sabar…
Gara-garanya, kemarin mengobrol tentang kerukunan umat beragama, e..lha ko dikiranya mau ngajak debat kusir. Dikira mau menyudutkan pihak tertentu..dan parahnya dikira mau jadi parasit! Weleh..weleeh… kepikiran sampe kesitu aja endak loh! Sungguh! Tapi, siapa yang bisa melarang pikiran dan hati orang untuk berprasangka baik atau buruk sama aku? Jadi, terimakasih sudah membawa ‘diskusi’ menarik yang membuatku gak bisa berkata-kata karena selalu dipotong kalimatnya. hehe….Setidaknya, aku ndak teriak-teriak kalap untuk minta didengarkan :p
Tuhan ngasih satu mulut dan dua telinga, pastilah maksudnya supaya kita lebih banyak mendengarkan daripada bicara asal, yang berpotensi menyakitkan hati orang lain. Piss aahh!!
Nanti, aku tulis ’semua’nya di e-mail saja, biar gak dipotong2 kalau ngomong langsung! hehe;>
Ada situs menarik, buat siapa saja yang senang diskusi, buka wawasan… bukan sekedar berdebat curiga : Suaka Hati, Harun Yahya, M. Quraish Shihab
Seperti berada di ruangan sempit, gelap, pengap dan panas. Nyesek banget rasanya.
Katanya, sakit dan sedih adalah penghapus dosa-dosa…
Berarti dosaku banyak banget ya?! Hemm… L
I can’t stand to fly
I’m not that naive
I’m just out to find
The better part of me
I’m more than a bird…i’m more than a plane
More than some pretty face beside a train
It’s not easy to be me
Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I’ll never see
It may sound absurd…but don’t be naive
Even heroes have the right to bleed
I may be disturbed…but won’t you concede
Even heroes have the right to dream
It’s not easy to be me
Up, up and away…away from me
It’s all right…you can all sleep sound tonight
I’m not crazy…or anything…
(Taken from ‘Superman’ by Five For Fighting)
Ternyata, gak ada kehilangan yang gak menyedihkan dan gak ada ditinggalkan yang gak menyakitkan. Rekayasa untuk kelegaan semu!
It’s Okay…I just tried.J
That I Would Be Good….
Dua hari ini Jakarta panas terik.
Langit senjanya memburatkan jingga cantik yang menggoda mata.
Ini pemandangan langka! Sangat indah…tapi mengapa terasa biasa saja? Melodi itu sudah lama sekali tak mengalun. Biasanya ada dentingan yang mengantarkan surya ke peraduan. Setelah itu, ia akan meninggalkan bisikan rindu di relung kalbu, yang menggoda untuk dilabuhkan padamu. Kamu.
Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, bisakah kita berkompromi tahun ini? Tolong tetapkan yang menenangkan untuk hatiku. Meski aku debu, kuberanikan untuk menuju-MU.
Besok, senja langit akan kunanti untuk memberi jingga lagi.
Tidak setiap orang tau apa yang mereka mau….
Benar memang, mengejar kepuasan batin itu nggak bisa diukur dengan materi.
Melakukan sesuatu yang kita mau itu butuh keberanian dan niat kuat.
Jadi, saat apapun yang kemudian menjadi hasilnya, kelegaan itu akan ada. I have done it!:)
Akhirnya bisa tahun baruan di Bali . Meski tidak benar-benar merayakan moment itu, tapi aku melewatinya seperti yang aku mau. Thanks God! ;>
Denpasar belum hujan ketika aku sampai di pulau dewata itu. Baru saat putar-putar kota, hujan turun deras…seolah ingin menghapus semua cerita duka manusia di tahun sebelumnya dan menggantikannya dengan harapan-harapan baru. Jalanan penuh sesak dengan manusia dan kemacetan. Semua ingin merayakan pergantian tahun. Semua membuncahkan do’a – do’a terbaik agar dikabulkan. Ada yang ber-ramai-ramai, ada yang sendirian. Ada yang tertawa bahagia dengan orang-orang tercinta, ada yang terpekur lesu mengingat kegagalan yang tlah lalu.
Setiap moment memang tak berarti sama di mata manusia. Tapi aku yakin, tahun baru selalu menyematkan semangat baru untuk menjadi lebih baik lagi! Aku? Yeah…aku pun menyematkan do’a – do’a ituJ dan kedatanganku di Bali ini pun untuk tujuan itu. Sepenuhnya sudah tergambar apa yang akan terjadi. Tapi aku selalu yakin, tak ada yang sia-sia di dunia ini. Setidaknya, semua hal yang terjadi di hidupku telah memberikan pengalaman luar biasa padaku sebagai manusia. Ada yang lebih baik dari itu? J
Jika kau dan aku, jalannya telah berbeda,
Haruskah kita berharap Langit kan beri jawaban?!
Walau hanya satu kata penuh makna,
Pastikan kita bisa dengarkan suara hati…….
Kau dan aku selalu untuk selamanya
Kau dan aku selalu untuk bersama
(Nidji – Kau dan Aku)
Aku tersenyum mendengar lagu itu.
Thanks for being my partner. Thanks for being my beloved brother. Thanks to be with….and always put me in ‘some box’ of your heart! Hehehe….
Saatnya benar-benar move on. Meninggalkan tanpa harus merasakan kesedihan, ditinggalkan tanpa harus merasa kehilangan. ‘Memiliki’ dalam nuansa yang lain…
Keep rock’in on 2008!! J
Jakarta, 7 Januari 2008
Karena DIA tahu bahwa memilih itu tidak mudah, maka diciptakan-NYA akal dan hati untuk manusia.
Karena detik yang terlewati tak bisa terulang lagi, maka digubah-NYA memori HANYA untuk dikenang saja, agar kita ‘bersekolah’ kepadanya.
Karena cinta tak pernah salah, maka dijadikan-NYA itu panduan untuk bahagia.
Dan penyesalan hadir karena tak peduli pada akal - hati, terabaikannya waktu yang terjadi, dan memunafikkan cinta dalam diri.
4 d’damn of man.