Aku tak pernah mengerti, mengapa laki-laki bisa mencintai lebih dari satu wanita. Aku tak pernah habis pikir, mengapa mereka bisa berkata sayang hari ini, mencium wanitanya, memeluk kekasihnya…sementara lusa melakukan hal yang sama ke wanita lainnya. How come, guys?!
Tidak pernahkah terlintas dibenak kalian, andai suatu hari nanti, anak perempuan kalian diperlakukan seperti itu, akan seperti apa marahnya kalian? Atau jika suatu waktu istri kalian melakukan hal seperti itu dengan laki-laki lain, akan seperti apakah hancurnya hati kalian? Didn’t you thinkin’ it guys?!
Benar, wanitamu pasti selalu memiliki stok maaf yang cukup, tapi layakkah ia diperlakukan seperti itu? Tidak ingatkah saat dimana ia menemani masa-masa terpuruk dan terburuk kalian? Mengobarkan semangat kalian untuk maju dan sukses dengan segenap pengertian dan perhatian? Menerima apapun keadaan kalian? Merajut impian bersama kalian? Setega itukah kalian tinggalkan atas nama kebosanan, setitik ketidakcocokan atau bahkan cinta yang lain?
Kalaupun semua itu musti terjadi, musti diakhiri, tidakkah ada cara pantas yang bisa mengurangi sakitnya hati??? Aku tak pernah bisa pahami ini.
Cara dan proses itu penting!
Bagaimana bentuk suatu perlakuan itu penting!
Bayangkan kamu ada dalam sebuah antrian makan. Ada dua perlakuan yang bisa terjadi : pertama, sebuah piring akan kamu terima dari tangan si pelayan, plus ucapan selamat makan dan senyum cerah, ke tanganmu yang terjulur setelah sekian lama antri. Kedua, sebuah piring bisa dengan cepat sampai ke tanganmu, meski untuk sampai di ujung antrian masih jauh, tapi dengan cara dilemparkan ke mukamu oleh si pelayan, tanpa greeting, tanpa senyum! Dua-duanya memiliki akhir : kamu dapat piring. Mana yang kamu pilih? Kalau kamu manusia normal yang punya perasaan, pasti menginginkan cara yang pertama, yang meskipun lama, penuh perjuangan, tapi melegakan kedua belah pihak (kamu dan pelayan itu). Sementara cara kedua, berpotensi konflik, memunculkan dendam, sakit hati dan terhinanya harga diri. (Masih mau mempertanyakan pentingnya sebuah proses???)
Bukankah ketika kita tau bahwa hidup ini memiliki akhir yang bisa baik, bisa pula buruk, kita lantas berjuang sedemikian rupa dalam hidup untuk mendapat akhir yang kita inginkan? Apa yang digunakan Tuhan untuk menentukan ‘akhir’ yang baik atau yang buruk untuk kita? Proses bagaimana kita menjalani hidup, kan?! CARA hidup kita, PROSES kita menjalaninya. Bukan karena kita lahir dari rahim siapa atau kita mati dimana, tapi BAGAIMANA kita selama hidup, kan? BAGAIMANA=PROSES. (Masih mau menghilangkan pentingnya ‘waktu’ untuk mengakhiri semuanya dengan baik?)
Seorang bayi lazimnya lahir saat kandungan telah berusian 9 bulan sepuluh hari. Saat ia terlahir diusia kandungan kurang dari itu, let say…enam bulan, apa yang mungkin terjadi? Bayi itu terlahir selamat tapi tak sempurna atau mungkin tak pernah bertahan hidup sama sekali. Enam bulan adalah waktu, sembilan bulan juga waktu. Keduanya sama, tapi memberikan hasil yang berbeda.
Aku mengagumi rasionalitas laki-laki dan aku sangat takjub dengan sensitivitas perasaan perempuan. Kalian (baca : laki-laki) jangan pernah menyangka bisa ‘sukses’ berbohong pada perempuan, karena kami sangat tau itu. Kalaupun kami membiarkan itu terjadi, semata untuk kebaikan bersama dan melindungi hati sendiri dari luka yang berpotensi semakin dalam. Daaann, seburuk apapun kelakuan kalian, hanya satu hal yang membuat kaum perempuan sangat-sangat dan sangat sakit hati, yaitu ketika laki-lakinya memiliki cinta yang lain. Just one, tapi itu yang paling bisa ‘merubah’ seorang perempuan!!
‘To be honest is a must, except one thing : when you’re sleeping with another girl… please, lying about it’ (note : karena cewek bakal nemuin cara yg tepat utk mengetahuinya sementara ia mempersiapkan diri untuk hal itu…)
Tuhan dan Cinta. Dua teka-teki besar yang selamanya menemani hidup manusia. Cerita tak berujung yang akan selalu memberikan warna pada dunia. Kekuatan dahsyat yang bisa mengubah peradaban. Proses ‘pengenalan’ yang terus berjalan…dan obrolan yang tak pernah bisa dituntaskan.
Last, I never understand, why ‘God and love’ make us apart….