SIAPA MAU JADI JENDERAL?
Wednesday, January 30th, 2008Negara ini, ternyata cuma punya tiga Jenderal Besar. Bandingkan dengan luasnya wilayah yang dimiliki, ribuan pulau yang tersebar, ratusan juta penduduk dan limpahan kekayaan alam yang ada…terasa kontras ya?!
Soedirman, A.H Nasution dan Soeharto. Ketiganya juga sudah meninggal. Lalu, siapa yang jadi Jenderal Besar lagi???
***
Katanya, waktu Bung Karno dulu sakit, beliau tidak mendapatkan perlakuan yang layak apalagi istimewa dari pemerintah yang berkuasa saat itu (Soeharto pastinyaaa…). Jangankan diobati dengan peralatan kedokteran yang canggih, Dokter yang menanganinya pun seorang Dokter hewan! Konon katanya, pemerintah saat itu tidak mau menerima tawaran bantuan dari pemerintah asing yang ingin mengobati mantan presiden Indonesia pertama itu.
Waktu Pak Harto sakit kemarin, dari media kita tahu, bahwa penanganan medis yang diberikan sangat baik. Ada tim dokter ahli, ada peralatan-peralatan canggih, ada apresiasi media yang tinggi dan ada tawaran biaya dari pemerintah, tapi ditolak oleh Cendana family. Saat Soeharto meninggal pun, perlakuan pemerintah dan bangsa ini terhadap beliau sangat – sangat baik. Penghormatan yang luar biasa! Mungkin, kalau ada yang bisa ‘bicara’ sama Pak Harto di alam kubur, beliau pasti menitikkan air mata bangga, karena pepatah ‘manusia mati meninggalkan nama’ bisa dibuktikannya.hehehe…piss pak!
Kalau lihat di tivi kemaren2 itu, banyak masyarakat yang bilang ; sudah memaafkan Soeharto. Aku salut, je! Ternyata bangsa ini potensial untuk jadi bangsa pemaaf. Itu sifat baik loh! Jangan dikira ngasih maaf itu mudah J
Aku juga mau ngalem pemerintahan pasca Soeharto (berarti gk Cuma SBY loh!), karena ternyata telah mampu membuat masyarakatnya seperti ini : bisa memaafkan, menghargai jasa pimpinan dan tetap berani menyuarakan isi hati…(karena tadi pagi aja aku denger udah ada demo di depan Istana Negara yang menuntut kasus Soeharto diusut tuntas).
Itu artinya, gak ada yang perlu disesali dengan apa yang sudah terjadi! Gak perlu berangan-angan lagi bilang pemerintahan zaman Soeharto lebih baik dari ini! Gak penting lagi berkhayal harga-harga tetap murah sementara hutang luar negeri terus menumpuk! Hasilnya gak jelek2 amat ko : rakyat Indonesia jadi berjiwa besar, dewasa dan mandiri. Rak apik to? J
Jadi bertanya-tanya, kira2 apa doktrin yang ditanamkan pemerintahan Soeharto ke rakyat bangsa ini saat itu, sehingga ketika mantan presiden mereka sakit, tidak diperlakukan dengan layak, industri media tidak pesat dan kreativitas untuk survive tidak tinggi??? Kira-kira, bakal muncul banyak blog dengan ragam tema seperti sekarang ini gak ya?
Maklum, waktu Soeharto berkuasa, aku masih kecil. Saat Soeharto tidak berkuasa, aku juga tetep kecil hehe…. J
***
Ada pelajaran berharga buat para pimpinan bangsa, atas peristiwa wafatnya Pak Harto. (Ini kalau mau belajar loh, ya. )
Kira-kira, kalau memang kita ini mengaku makhluk ciptaannya Tuhan yang nanti setiap detil perbuatan harus dipertanggungjawabkan, takut gak kalau tiba-tiba meninggal tapi masih memiliki ‘hutang’ pada orang lain? Hutang disini bukan saja materi loh ya, tapi bias janji, bias permasalahan, sengketa, dll. Bakal tenang gak ya, meninggalnya? Apakah dielu-elukan sepanjang jalan ke pemakaman bisa menenangkan hati yang mati?
Tapi, jangan takut juga kalau selama menjadi pemimpin, yakin sudah berlaku baik, benar dan adil. Karena gak ada perbuatan sekecil dzarah pun yang tidak mendapat balasan dari Allah. So, mau dihujat atau dipuji oleh yang masih dibumi, tenang saja….melenggang saja dengan mantap hati…toh ada pengadilan Illahi yang lebih tinggi! J
Selamat jalan Jenderal Besar Soeharto!
“Segala yang berasal dari Allah akan kembali ke Allah”

