"Hidup laki2!!"
"Hidup Perempuan!"
"Pokoknya laki2 gak bakal terkalahkan deh!"
"Perempuan juga!:p"
"…..tapi secara ideal tetap saja pahala laki2 lebih banyak dibulan Ramadhan. Perempuan akan berkurang karena ia ada haid. Kalau ia dimuliakan, harusnya perempuan tetep puasa biar dapat pahala yg sama"
"Enggak dong! Kan perempuan boleh menggantinya dibulan lain.Justru karena dimuliakan itu ia boleh gak puasa…kan perempuan haid sering sakit, trus emosinya labil. Padahal puasa butuh daya tahan tubuh yg oke dan menahan emosi. Perempuan bisa dapet pahala dengan ibadah yang lain.."
"Ya beda lah..wong momentnya beda…udah gak ramadhan lagi, pahalanya pasti beda juga. Laki2 akan lebih unggul lagi kalau bertindak ideal seperti itu (melakukan ibadah yg lain-red). Pokoknya, laki2 lebih oke! Hidup laki2!:) "
"Ya enggak lah. Analoginya gini : kalau kita sakit dan gak ikut ujian, trus saat ujian susulan dapet nilai 9, maka nilai 9 itu akan ber-value sama kan dg yg nilai 9 yg didapat saat ujian sebelumnya?! Namanya juga mengganti, berarti akan bernilai sama dg yg digantikan. Jadi, perempuan tetap berpeluang dapat pahala sama dg laki2. Hidup perempuan!! :))
(Teringat percakapan dengan kakak, kemarin).
"Loh, memangnya setan-iblis pada dikrangkeng saat bulan puasa itu beneran? Bukan cuma kiasan untuk nggambarin kemampuan kita nahan nafsu yang berarti kita sendiri yg ngrangkeng setan2 itu?"
"Kalau cuma seperti itu, harusnya di bulan2 lain juga bisa dong. Harusnya bulan2 lain akan terasa sama dong. Tapi coba deh perhatiin, setiap bulan ramadhan pasti ada suasana yg beda. Kenapa semua orang jadi baik, jadi lebih ’sadar’, jadi lebih mudah tersentuh…? Itu kalau cuma dari diri sendiri hasilnya bakal sama dg keadaan bulan2 lain. Nah, berarti kan ada faktor X, faktor dari luar diri manusia yg juga ngedukung, toh?"
"hemm..iya juga sih…:p"
(Teringat percakapan dengan sahabat, sebelum Ramadhan tiba).
"…mungkin anda sudah sering mendengar dari ceramah ulama, ustadz, teman, baca buku atau dari mana pun, bahwa di dalam bulan ramadhan ini, semua kesalahan2 kita yang telah lalu akan diampuni….."
"….. akan terwujud jika ibadah di bulan ramadhan ini kita lakukan dengan ‘imanan wa ihtisaban’, atas kesadaran keimanan dan perhitungan. Iman, coba anda yakini dari segala aspek; secara rasio, ilmu, tekhnologi, agama, dll. Perhitungan, coba anda mulai mengingat apa saja kesalahan, salah, kekhilafan, dosa besar, dosa kecil, kekurangajaran…yg telah dilakukan selama ini. Lalu hitung juga amalan2 apa yang sudah dikerjakan sehingga mengurangi dosa2 yang telah dilakukan. Kalau sudah bisa meng-audit diri sendiri, akan lebih fair untuk melakukan penambahan atau pengurangan ibadah dibulan ini….
…..lalu jika dilakukan dengan niat yang sungguh, bukan tidak mungkin tobatan nasuha lah yg terjadi…"
(sekilas ‘ceramah’ singkatnya Cak Nun di radio, saat perjalanan tadi pagi. Gak mirip banget, tp ya gitu deehh….).
Btw, apa mentang2 ramadhan trus aku nge-blognya berbau2 ramadhan ya?! hehehe…..mari meng-audit diri sendiri. Selamat berpuasa!;>