Archive for December, 2006

Selamat yaa!

Monday, December 11th, 2006

Schedule nikahan :

16 Des ‘06, Jati - Bandung

23 Des ‘06, Aa Git - Jogja

6-7 Jan ‘07, Putri & Nita - Jogja

14 Jan ‘ 07, Sulis - Jogja

15 Jan ‘07, Lina - Jogja

19 Jan ‘07, Bayu - Tegal

11 Feb ‘07, Uut (resepsi) - Wates

Me ??? :)

Perempuan2 Hebat itu dipolygami!

Saturday, December 2nd, 2006

Santapan pagi dengan infotainment terhangat; Aa Gym menikah lagi. No, aku gk akan memperdebatkan secara konsep agama, aturan, syarat, alasan, dan tetek bengeknya, coz it’s absolutly tertera..but, Why??? Kenapa Tuhan?

Istri pertama Aa Gym bilang, "Pada awalnya, sebagai perempuan, saya merasa sakit dan berat. Tapi kemudian saya paham, Allah itu Pencemburu. Ketika saya merasakan kebahagiaan dengan begitu  mencintai suami saya, saya ditegur, diberi ujian untuk membagi kebahagian ini dengan suami dan wanita itu…" Dengg…aku sama mbakku, sebagai sesama perempuan, hampir aja nangis denger itu. Inikah makhluk mulia yang bisa mencintai Tuhan lebih dari segala yang dicintainya?!

Kemaren, istri pertamanya Setiawan Djody cerita tentang kelahiran anak2nya. Empat anaknya yang pertama adalah perempuan, dan ketika lahir, suaminya gak mau langsung nemenin. Begitu anak kelima lahir laki-laki, gak sampe sepuluh menit, suaminya datang dengan penuh kegirangan. Allah, perempuan ini sudah Kau buat hamil berkali-kali, setiap kali ia merasakan sakitnya melahirkan, bentuk tubuhnya berubah gak langsing lagi, harus menyusui dan siaga setiap waktu pun ditengah malam buta, tapi Kau beri ia suami yang cuma menghargainya ketika bisa memiliki anak laki2. Itu pun setelah ia dimadu dengan beberapa wanita. Ia tak mendapatkan cinta yang utuh dari suaminya. Tapi hanya ia yang tetap setia ada, pun ketika istri2 lainnya  meniggalkan sang suami. Sedih dan perih semua hanya dibawanya dalam diam. Hati dengan jenis apa yang Kau beri utk wanita hebat ini??

Sudah pasti, karena kekurangpahamanku tentang agama ini, aku belum bisa ‘ringan’ menerima konsep polygami. Entah itu dengan alasan yg rasional sekalipun, seperti keberadaan jumlah perempuan yg lebih banyak dari laki-laki. Ini menyangkut perasaan. PERASAAN!

Kau lihat Tuhan, perempuan2 itu biasanya hanya bisa diam dan pasrah. Mereka merasakan ’sakit’ dan pasti bertanya2, "apa yang salah denganku? Apa yang kurang dari aku? Kenapa ini menimpaku?" Dan akhirnya, mereka mencari sendiri ketegaran itu…sampai waktu membantu mereka untuk bisa menerima kenyataan di polygami. Mereka tersenyum loh! Mereka tetep taat pada-Mu loh! But….why???? Engkau tau mereka makhluk mulia, baik, gak neko2,…tapi kenapa harus dibuat ’sakiiiitt’??  Kenapa mereka harus merasakan masa-masa sedih, kecewa, marah, sekaligus tak bisa berbuat apa2 dengan aturan-MU itu??? Apa yang kurang dari mereka coba? Kenapa gak laki2 aja yg dicoba macem2 gitu…yg dikasih kesulitan2 sehebat itu…’kan mereka diciptakan lebih ‘kuat’ dari kami… :((

Speechless.

Dimana kunci itu?

Friday, December 1st, 2006

Aku belum menemukannya lagi, untuk benar-benar mengunci buku ini. Padahal aku ingin…sangat ingin! Aku hanya belum berani memutuskan saat yang tepat untuk menyerah. Menyerah,Ndrie? Yup! Someday, I’ll do that. Tidak bermaksud untuk menjadi pengecut, tapi siapa pula yang kuasa melawan garis-Nya?

"..membuatku terjatuh dan terjatuh lagi, membuatku merasakan yang tak terjadi, semua yang terbaik dan yang terlewati, semua yang terhenti tanpa ku akhiri.." (Peterpan)

Saat itu pasti akan tiba, dan aku tidak punya rencana untuk berbuat apa. Saat itu, aku gak mau menjadi perempuan hebat. Saat itu aku ingin ngerasain sakit yang sangat. Saat itu aku kalah…